Minggu, 24 November 2013

IMUNISASI DAN IMANISASI


Renungan;

IMUNISASI DAN IMANISASI

Drs. H. Djedjen Zainuddin


“Dan hendaklah takut kepada Allah orang- orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak- anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa: 9)
Imunisasi diartikan sebagai upaya memberikan vaksin kekebalan terhadap bayi dari penyakit- penyakit tertentu. Program ini biasanya meliputi pemberian vaksin BCG, DPT (1,2 &3), Anti Polio (1,2,3 & 4), Hepatitis B (1,2 &3) dan Campak. Para orang tua, terutama para ibu berupaya memberikan seluruh vaksin ini sebelum bayi berusia satu tahun. Dengan mengikuti program ini, maka sangat diharapkan bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa banyak menderita penyakit tertentu, terutama penyakit berat dan berbahaya. Alangkah bahagianya para orang tua jika melihat anak- anaknya sehat, tumbuh dan berkembang secara normal.
Imunisasi adalah usaha preventif digambarkan sebagai sebuah payung yang menaungi bayi dari penyakit- penyakit berbahaya, yang mengganggu kesehatannya bahkan mengancam jiwanya. Karenanya program ini telah disosialisasikan dan dipublikasikan secara nasional baik melalui posyandu, puskesmas, rumah bersalin maupun lembaga kesehatan lainnya. Para orang tua rela anaknya menjadi demam selama lebih kurang satu hari setelah divaksinasi (terutama DPT) demi kekebalan di masa mendatang. Karena yakin bahwa ini adalah jalan terbaik untuk kesehatan anak- anaknya.
Upaya ini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab orang tua untuk merawat anak- anaknya, agar kelak  menjadi generasi penerus yang lebih baik dari orang tuanya; Sehat dan kuat jasmaninya, berguna bagi nusa, bangsa dan agamanya. Adalah naif jika orang tua  membiarkan anaknya menderita sakit karena tidak pernah diberikan kekebalan padanya sewaktu bayi. Apalagi untuk saat ini memberikan imunisasi pada anak tidak perlu mengeluarkan biaya yang  banyak, asal rajin saja datang ke posyandu, insya Allah akan mendapatkan pelayanan yang layak.
Jika untuk program imunisasi  para orang tua begitu bersemangat melakukannya, bagaimanakah dengan imanisasi ?. Sangat berbahaya jika jasmani anak kebal terhadap berbagai penyakit tetapi rohaninya rapuh dari ancaman penyakit rohani. Bahkan jika diambil perbandingan, imunisasi yang meninggalkan imanisasi jauh lebih berbahaya daripada imanisasi yang meninggalkan imunisasi. Nampaknya gejala inilah yang justeru sedang terjadi di tengah- tengah masyarakat kita. Bayi- bayi sekarang memang sehat- sehat dan gemuk- gemuk, sehingga tingkat mortalitas (kematian) bayi prosentasenya semakin kecil. Ini menunjukkan bahwa perawatan bayi- bayi yang lahir jauh semakin baik dan intensif dibandingkan masa lalu. Namun di balik itu semua, dampak gaya kehidupan matrialistik ikut menerpa para bayi dan anak- anak, yaitu dengan semakin dangkalnya akidah dan keimanan para generasi penerus bangsa ini. Hal ini terjadi karena para orang tua tidak lagi menganggap penting proses imanisasi pada anak- anaknya. Di tengah- tengah keluarga kita sedang terjadi proses skularisasi, despiritualisasi, demoralisasi dan lain- lain, terutama melalui media masa audio visual. Di satu sisi orang tua kurang respek terhadap ajaran agama, dan di sisi lain anak- anak dijejali sesuatu yang kurang patut. Maka kehancuranlah yang akan terjadi. Tanggal 10 Maret 2002 saat penulis berkunjung ke Masyarakat Kampung Naga Tasikmalaya (masyarakan yang sangat sederhana dan tempatnya terisolir) sempat bertanya kepada salah seorang pemuka adat: “Mengapa di kampung ini tidak ada televisi ?” Jawabannya sangat sederhana: “Sebab kalau ada televisi yang ditonton hanya hiburan dan hal- hal yang kurang layak ditonton oleh anak- anak. Sementara kalau acara ngaji tidak pernah ditonton”.  Jawaban yang sangat  polos, menunjukkan kesederhanaan berfikir, tapi itulah realita. Meskipun kita tidak menutup mata akan manfaat yang dapat diperoleh dari media ini. Memang hasil teknologi (sering) lebih menarik daripada  agama, sehingga kita dibuatnya terbuai dan lupa terhadap agama. Sebenarnya kita punya missi untuk memberikan muatan agama dalam hasil- hasil teknologi, sebab kita tidak mungkin (dan tidak boleh) lari dari produk- produk teknologi. Mestinya kita memperbudak teknologi, tapi kenyataannya kita ini diperbudak oleh teknologi.
Akibat lengahnya orang tua terhadap proses imanisasi, membuat semakin jauhnya anak- anak kita dari nilai- nilai agama. Maka dapat kita lihat dampaknya, antara lain  semakin banyaknya dekadensi moral yang dilakukan oleh anak- anak dan remaja, seperti bernarkobaria, pergaulan bebas, perkelahian antara pelajar dan lain- lain. Bahkan carut marutnya negeri kita ini lebih diakibatkan oleh para pemimpin dan para pejabatnya yang tak bermoral (wakana za’imuhu ardzalahum). Ini sebagai akibat, dulunya para pemimpin kita terlalu banyak diberikan imunisasi sehingga menjadi rakus tapi kurang lengkap diberikan imanisasi. Pintar tapi tidak benar. Bagaikan mobil, gas-nya bagus tetapi rem-nya blong. Akibatnya:   “bablas nabrake”.
Imanisasi bisa pula dilakukan dengan pemberian DPT (Da’wah, Pendidikan dan Teladan). Da’wah artinya ajakan, yaitu mengajak anak- anak kita untuk melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.  Pendidikan yaitu bimbingan ke arah yang lebih baik. Materinya meliputi pendidikan dasar yang terdiri dari aqidah, ubudiyah dan akhlaq. Kemudian pendidikan pengembenganm yaitu ilmu yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari- hari, dan pendidikan keterampilan. Da’wah dan tarbiyah (pendidikan) tidak ada artinya kalau tidak ada teladan dari orang tua. Sebab orang tua adalah cermin bagi anak- anaknya, yang kemudian akan direkam dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari- hari.
Apabila Allah SWT sebagaimana QS An- Nisa: 9 menghimbau agar jangan meninggalkan keturunan yang lemah, jangan diartikan fisikal saja tetapi mengandung arti yang luas, termasuk psichis. Jangan sampai kita meninggalkan keturunan yang lemah; Lemah fisiknya, lemah mentalnya, lemah imannya dan lemah ilmunya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menegaskan: “Orang mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah.”  Mari kita galakan gerakan imunisasi dan imanisasi.

Kamis, 21 November 2013

PINDAH AGAMA


DAMPAK CONVERSI AGAMA
BAGI KEHIDUPAN PRIBADI DAN MASYARAKAT


Pengertian

 Conversi mengandung arti:
-          Converse (kb) : lawan, terbalik, bertentangan dengan
-          Conversion (kb) : perubahan, pengubahan, conversi
-          Convert (kb) : orang masuk agama lain, mualaf
Maka yang dimaksud conversi agama adalah perubahan agama, yaitu perubahan keyakinan seseorang dari suatu agama ke agama lain, baik dari Islam ke agama non Islam maupun sebaliknya. Dalam kamus Islam, orang yang keluar dari agama Islam disebut murtad, yaitu orang yang kembali atau berbalik kepada kekafiran. “Irtadda ‘an dinihi” (kembali, mundur, berbalik dari agamanya/ Islam). Sedangkan orang yang masuk Islam disebu muallaf (orang yang dibujuk, dirayu). Muallafatu qulubihim (orang yang dibujuk hatinya agar tetap mempertahankan ke-Islam-annya)

Motivasi dan Tujuan Perpindahan Agama
            Banyak ragam motivasi dan tujuan seseorang berpindah agama, antara lain:
1.      Perpindahan dari Islam ke non Islam
a.       Faktor kemiskinan/ kebutuhan materi
b.      Faktor kebodohan
c.       Kekecewaan/ frustasi dalam menjalani kehidupan
d.      Harapan memperoleh materi
e.       Dapat mengawini idamannya
Contoh orang- orang yang keluar dari Islam (murtad)
a.       Rifa’i Burhanuddin. Pernah belajar di pesantren, banyak mengetahui sejarah Islam. Keluar dari Islam karena merasa kurang dihormati oleh orang Islam sebagai akibat dari kesombongan dirinya dan orang tuanya.
b.      Hamran Amri. Pandai berbahasa Arab, pernah “nyantri”, keluar dari Islam karena frustasi kemiskinan.
c.       Yusuf Roni. Menjadi pendeta, mempunyai yayasan kristen bernama yayasan Yusuf Roni, sering mengadakan misa kudus di Senayan, kaset ceramahnya sangat banyak seperti KH Zainuddin MZ
d.      Diana Nasution, penyanyi
e.       Nurul ‘Arifin, artis
f.       Mohammad Imron. Menjadi pendeta, sering memfitnah dan menjelekkan Islam dan ummatnya
g.      Salman Rusydi. Berkebangsaan India, kemudian menetap di Inggris
h.      Kasus kristenisasi di daerah- daerah terpencil

2.      Perpindahan dari non Islam ke Islam
a.       Melihat Islam sebagai agama yang benar
b.      Mencari keridhaan Allah
Contoh orang yang masuk Islam:
a.       Muhammad Ali. Petinju yang masuk Islam karena banyak bergaul dengan orang Islam dan perlakuan buruk dari orang non Islam (diskriminasi). Nama aslinya Clasius Clay
b.      Mike Tyson. Petinju yang mendapat hidayah di dalam penjara. Namanya diganti menjadi Abdul ‘Aziz
c.       Cat Stevent. Penyanyi rock dari Inggris. Masuk Islam setelah membaca dan mempelajari Al- Qur’an. Namanya diganti menjadi Yusuf Islam
d.      Maurice Bucaile. Ilmuan dari Perancis yang merasa yakin dengan kebenaran Islam setelah mempelajari Al- Qur’an dan membandingkannya dengan Bible dalam kaitannya dengan masalah Iptek.
e.       Maryam Jameelah. Ilmuan yahudi, sangat banyak menulis buku tentang Islam, sangat militan setelah masuk Islam
f.       Antonius Biduri. Pendeta dari Perancis, masuk Islam setelah berdebat dengan KH. Bahaudin Mudhari dari Pamekasan Madura. Namanya diganti menjadi Antonius Muslim Biduri.
g.      Neill Armstrong. Antariksawan Amerika yang mendarat di bulan. Masuk Islam setelah mendengar suara adzan di bulan, seperti yang pernah ia dengar di masjid Al- Azhar saat berkunjung ke Kairo Mesir
h.      Emilia Contessa. Penyanyi muslimah yang masuk Kristen gara- gara suaminya. Tapi ia kembali menjadi muslimah.
i.        Cahyono. Pelawak, masuk Islam karena yakin bahwa Islam adalah agama yang benar
j.        Basuki. Pelawak, banyak bergaul dengan pemain sinetron muslim, terutama Si Doel Anak Sekolahan
k.      Lee Sun Moy. Penganut Budha keturunan China. Ia menjadi qari’ah handal. Namanya diganti menjadi Maisaroh
l.        Lao Peng Kun. Dari Budha ke Kristen, lalu ke Islam. Menjadi Muballigh handal. Namanya diganti menjadi Mahmud Yunus
m.    Alifudin El- Islami. Orang Budha menjadi Muslim setelah sering menyaksikan shalat jama’ah. Kini menjadi muballigh handal
n.      GM. Sudharta. Pelukis/ kartunis tetap di koran Kompas. Masuk Islam setelah mempelajari Islam
o.      Cica Koeswoyo, penyanyi dari keluarga Kristen
p.      Irerne Handono. Biarawati yang mendapat hidayah, karena melihat agama yang dianutnya penuh dengan kebohongan dan kebejadan moral. Ia lari dari biara karena mau diperkosa oleh pendeta/ biarawan. Sekarang ia menjadi muballighah
q.      Maria Anastasia Natalia, Biarawati yang masuk Islam, kasusnya sama dengan Irene Handono

Perbuatan yang Dapat Menjurus Kepada Murtad
            Ada beberapa tindakan/ perbuatan yang bisa menyebabkan seseorang menjadi murtad, antara lain:
a.      Takabbur/ Sombong
Sombong bisa menjerumuskan seseorang kepada kemurtadan. Akibat sombong misalnya seseorang tidak mau tunduk dan patuh kepada Allah, menganggap manusia lain kerdil. Sombong adalah sifat buruk yang paling pertama dipraktekkan oleh makhluk Allah, yaitu oleh iblis ketika disuruh oleh Allah untuk hormat kepada Adam AS

b.      Fasiq
Fasiq yaitu orang yang mengetahui peraturan dan hukum- hukum Allah tapi suka melanggarnya dengan sengaja. Bermula dari kebiasaan melanggar peraturan yang kecil dan menganggapnya sebagai persoalan yang sepele, sampai akhirnya melakukan pelanggaran yang lebih besar. Orang fasiq pada dasarnya mempunyai iman, tapi karena mempunyai kebiasaan melanggar aturan, akhirnya imannya menjadi lenyap dan bisa berujung kepada kemurtadan.

c.       Riya
Riya artinya mengharpkan pujian/ sanjungan dari manusia. Riya termasuk syirkul ashghar (syirik kecil). Berawal dari syirik, bisa berakibat kepada murtad

d.      Ragu- ragu
Ragu akan keyakinan biasanya dimiliki oleh orang yang rapuh imannya, tidak istiqamah. Orang yang ragu sangat mudah dipengaruhi pihak lain. Bila yang mempengaruhi itu adalah orang yang buruk, atau bahkan yang berlainan keimanannya, maka ia dapat terbawa arus yang sesat, termasuk meninggalkan agamanya (murtad)

Dampak Negatif Ke-Murtad-an
            Dalam pandangan kita sebagai muslim, orang yang masuk Islam kita menilainya sebagai tindakan yang sangat positif. Bahkan sering terjadi, keislaman dan fanatismenya lebih bagus dari pada orang muslim keturunan. Sebaliknya, orang yang keluar dari Islam kita menilainya negatif. Dampaknya sangat luas, baik bagi perkembangan Islam maupun bagi penganutnya.
            Rifa’i Burhanuddin misalnya, sering memutar balikan fakta dan kebenaran. Di dalam majalah Supel (Suara Pelayanan) yang diterbitkan oleh yayasan Yusuf Roni sering menulis tentang agama Kristen yang dikuatkan dengan dalil Al- Qur’an dan Al- Hadits. Ia mengatakan bahwa agama Islam diturunkan untuk menyempurnakan agama sebelumnya (Kristen). Maka dengan demikian seteleh Islam turun menjadi sempurnalah agama Kristen. Contoh lain ia mengatakan bahwa Muhammad sebagai pembawa agama Islam dinikahkan oleh seorang Kristen (Waroqoh bin Naufal). Dengan demikian kedudukan agama Kristen lebih tinggi daripada Islam
            Hamran Amri juga sering menafsirkan Al-Qur’an dengan semena- mena untuk kepentingan agama barunya (Kristen). Bahkan kasusnya sampai ke pengadilan.
            Yang paling menghebohkan adalah kasus Salman Rusydi dengan bukunya the Satanic Verses (ayat- ayat syetan) yang ditulis tahun 1988. Ia seorang Kristen yang menurut pengakuannya telah masuk Islam tanggal 24 Desember 1990 yang dipimpin oleh ulama Mesir yaitu Mohammad  Ali Mahgoub. Ia mengatakan penyesalan dan permohonan maaf kepada ummat Islam. Tapi pernyataannya itu sangat bertentangan dengan sikapnya. Tanggal 11 Desember 1991 misalnya ia berceramah di Universitas Colombo New York dan mengatakan: “Saya sama sekali tidak pernah menyesal menulis buku itu. Dan kebebasan berbicara adalah segalanya. Kebebasan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.”
Salman Rusydi yang nama kristennya adalah Simon Rushtom dalam bukunya ia menghina/ menghujat Islam dan ummatnya, antara lain:
a.       Nabi Muhammad diidentifikasikannya (digambarkan) sebagai Mahound yang artinya syetan atau tikus atau nabi palsu
b.      Istri- istri Nabi Muhammad dikatakannya sebagai pelacur- pelacur yang terkenal dan sangat digemari oleh laki- laki di kota jahiliyah (maksudnya Makkah). Dalam buku tersebut disebutkan nama- nama pelacur tersebut adalah Ayusha (Aisyah binti Abi Bakr), Ummu Salamah, Zainab bt Huzaimah, Maria Qibtiyah, dan pelacur yang paling gemuk adalah Saudah (isteri Nabi SAW yang dinikahinya setelah Khadijah meninggal)
c.       Digambarkannya ayat- ayat Al- Qur’an mengajarkan kepada umat Islam; Berapa banyak mereka makan, berapa lama mereka tidur, bagaimana cara hubungan sex, sehingga mereka tahu cara homosexual. Juga dikatakannya umat Islam hidup tanpa undang- undang
d.      Kota Makkah digambarkannya sebagai kota jahiliyah, artinya kota kebodohan dan kegelapan
e.       Di kota Madinah, pengikut kepercayaan baru (maksudnya Islam) tidak memiliki tempat tinggal, mereka hidup dalam kemiskinan, mereka membiayai hidupnya dengan cara menjarah dan merampok, tetapi Mahound tidak melarangnya dan tidak keberatan dengan tindakan sahabatnya itu.
Demikian pula Imron yang murtad itu sering memutar balikkan fakta. Ia mengatakan dalam ceramahnya bahwa umat Islam itu bodoh, melaksanakan ibadah haji dengan biaya yang mahal, padahal  dibohongi oleh orang- orang Arab, ka’bah disembah- sembah dll

Pandangan Islam Terhadap Orang Murtad
            Murtad merupakan salah satu dosa besar diantara dosa- dosa besar. Kemurtadan bisa menghapuskan seluruh amal kebaikan yang pernah ia lakukan selama ia menjadi seorang muslim. Dengan keluarnya dari Islam berarti ia tidak mengakui eksistensi agama Islam dan juga tidak mengakui sesuatu kebaikan dalam pandangan Islam. Maka orang yang murtad dikelompokkan kepada golongan orang yang tidak pernah berbuat baik, sehingga sia- sialah seluruh amal kebajikannya. Allah SWT berfirman.
"Barang siapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah orang yang sia- sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”  (QS. Al- Baqarah: 217)
 Barang siapa yang kafir setelah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di akhirat termasuk orang- orang yang merugi.” (QS. Al- maidah; 5)

Barang siapa menganut agama selain Islam, maka sekali- kali tidaklah akan diterima (agama) itu daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang- orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85)

Sikap Umat Islam Terhadap Orang Murtad

            Apabila ada orang yang murtad diantara kita, baik itu saudara maupun sahabat kita, maka kewajiban kita adalah mengajaknya kembali ke jalan yang benar. Mengajaknya dengan cara yang bijak, dengan persuasif dan tidak konfrontatif. Umat Islam telah dinyatakan oleh Allah sebagai umat yang terbaik yang pernah diturunkan kepada manusia, untuk mengajak kepada yang baik dan mencegah kemunkaran serta beriman kepada Allah SWT.. (lihat QS. Ali Imran: 110)
Apabila orang murtad berperilaku merugikan kepada umat Islam, maka umat Islam harus bersikap tegas. Bahkan bila mereka menyerang kita, maka kita wajib untuk membela diri (memerangi mereka). Mereka tidak lagi digolongkan kepada kafir dzimmi tetapi sebagai kafir harbiy. Cara seperti ini pernah dilakukan oleh Abu Bakar Shiddiq, yaitu memerangi orang yang murtad dan nabi palsu, karena mereka membahayakan umat Islam.
            Untuk langkah preventif, kita berupaya membentengi diri dengan mengokohkan aqidah, membentengi kita dengan iman dan amal shalih. Memohon kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk ke jalan yang benar dan diteguhkan keimanan.

 Ya Tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah maha Pemberi (karunia)”. (QS. Ali Imran: 8)

Drs. Djedjen Zainuddin/ 0817732580

GODAAN SYETAN


BERLINDUNG

DARI GODAAN SYETAN DAN JIN KAFIR




Syetan dan jin sama- sama makhluk ghaib yang diciptakan dari api. Perbedaannya kalau syetan/ iblis itu sesat sedangkan jin ada yang mu’min dan ada yang kafir. Syetan dan jin kafir sama- sama berupaya menggoda dan menyesatkan manusia untuk menjadi temannya di dalam  neraka kelak. Ia terus melakukaannya tanpa mengenal putus asa. Dari berbagai arah penjuru mata angin syetan menggoda manusia. Allah SWT berfirman:
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya sesat, saya benar- benar akan (menghalang- halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at)”. QS. Al- A’raf: 16- 17
Dari depan syetan menanamkan keraguan akan adanya hari akhir. Dari belakang menanamkan kecintaan yang berlebihan kepada dunia, seolah- olah akan memberikan kekekalan. Godaan syetan dari kanan menanmkan keraguan akan peranan agama sebagai ajaran yang benar, yang membawa keselamatan. Dari arah kiri syetan menanamkan kecintaan kepada ma’siyat, yang dibungkus dengan keindahan dan kelezatan.
Mempercayai adanya syetan dan jin merupakan bagian dari iman kepada yang ghaib. Tapi percaya adanya syetan dan jin bukan berarti mengimani dan mengikutinya, melainkan menggap musuh kepadanya dan tidak bersekongkol dengannya. Kita meyakininya bahwa syetan itu adalah makhluk Allah yang sesat dan menyesatkan manusia.

Mencegah/ Menghindari dan Mengusir Godaan Syetan
Tidak ada satu pun manusia  yang bebas dari godaan syetan, termasuk para Nabi dan Rasul Allah. Tapi terbebasnya manusia dari godaan syetan tergantung kepada usahanya yang dilandasi oleh keimanannya.
Manusia tidak bisa menghindari dari godaan syetan dan jin dengan kekuatannya sendiri, karena manusia tidak melihat syetan/ jin, sedangkan mereka melihat kita.
Oleh karena itu untuk mencegah, menghindari dan mengusir syetan kita dapat melakukan hal- hal sebagai berikut:
a.       Memohon perlindungan kepada Allah SWT

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”  (QS. Al-A’raf: 200).

b.      Banyak berdzikir kepada Allah, sebab dzikir adalah benteng yang tidak bisa ditembus oleh syetan dan jin. (lihat: QS. Az-Zukhruf: 36- 38)
c.       Banyak membaca Al-Qur’an
d.      Mendirikan shalat, termasuk shalat malam.
e.       Setiap melakukan aktifitas selalu berdo’a, termasuk sebelum dan sesudah tidur
f.       Memantapkan aqidah Islamiyah
g.      Menanamkan sifat ikhlas dalam setiap amal, juga akan menjadi benteng yang kokoh dari godaan syetan. Syetan sangat sulit menggoda/ menyesatkan manusia- manusia yang ikhlas dalam beramal. Hal ini diakui sendiri oleh syetan di hadapan Allah SWT:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ. الحجر: 39- 40
Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siyat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba- hamba Engkau yang ikhlas diantara mereka”. QS. Al- Hijr: 39- 40
h.      Tidak mengundang syetan, antara lain tidak menempatkan patung, gambar, benda keramat, jimat dll di dalam rumah. Rumah dan seluruh ruangannya harus selalu bersih dan rapih (tidak kotor dan semerawut) dan jangan dibiarkan kosong dalam waktu lama.

Tempat Hidup Iblis, Syetan dan Jin
Syetan dan jin berada di mana- mana dan tidak dibatasi oleh ruang. Tetapi umumnya syetan dan jin  senang menempati tempat yang kotor dan semerawut.
Syetan senang menempati kamar mandi/ WC, comberan, selokan, sumur kosong, di jalan-jalan, rumah/ kamar kosong, di tempat maksiyat, di lubang kotoran, di rahim & kemaluan pelacur. Iblis punya banyak istana yang sangat besar, antara lain diantara batas dua samudera, dua lautan, sungai dengan lautan. Kawasan segitiga Bermuda dan segitiga Formosa adalah ditengarai sebagai pusat kerajaan iblis.
Sedangkan jin sangat senang bertempat tinggal di dalam gambar makhluk hidup dan di dalam patung. Patung memiliki pantulan cahaya/ uap yang tidak terlihat oleh manusia, tetapi sangat menarik syetan/ jin laksana mencium aroma makanan sedap. Jin juga senang di dalam air, samudera, sungai, padang pasir luas, tempat terpencil, gua, hutan, di atap rumah dan di dalam kamar. Jin muslim tidan menempati tempat kotor, tetapi berada di masjid/ mushalla dan rumah orang Islam serta tidak menyesatkan manusia.

Mengobati Yang Kesurupan/ Kesambet
Syetan berjalan dalam tubuh manusia mengikuti aliran darah atau seperti aliran stroom listrik. Biasanya orang yang kesurupan itu sedang lengah dan lalai mengingat Allah/ berdzikir.
Bila terjadi, maka pengobatannya hanya dengan minta pertolongan kepada Allah, tidak ke dukun,  antara lain dengan cara di bawah ini:
Letakkan tangan kanan di kepala si sakit, bacakan ayat/ surat di telinga kanannya:
a.       Isti’adzah/ ta’awudz
b.      Al- Fatihah
c.       Ayat Kursi
d.      Al- Baqarah: 284- 286
e.       Ali Imran: 1- 9 dan 18- 19
f.       An- Nisa: 115- 121
g.      Al- A’raf: 54- 55
h.      Al- Mu’minun: 115- 118
i.        Yasin: 1- 12
j.        Ash- Shaffat: 1- 10
k.      Ghafir/ Hamim: 1- 3
l.        Ar- Rahman: 1- 16
m.    Al- Hasyr: 21- 24
n.      Al- Hadid
o.      Al- Jin: 1- 3
p.      Al- Zalzalah:
q.      Al- Qari’ah
r.        Al- Humazah
s.       Al- Fiil
t.        Al- Quraisy
u.      Al- Kafirun
v.      Al- Lahab
w.    Al- Ikhlas
x.      Al- Falaq
y.      An- Nas
Setiap selesai baca ayat/ surat lalu ditiupkan ke telinganya. Jika perlu pijit di bagian kiri kanan tengkuknya atau memijit keras jempol kakinya

Mengobati Sihir
Orang yang kena sihir biasanya tetap sadar, tetapi mengeluhkan sesuatu yang datang tiba- tiba, seperti sakit pada bagian tertentu, membenci seseorang (misalnya membenci isteri atau suami) dan lain- lain.
Mengobati sihir dapat dilakukan dengan membaca:
a.       Ayat Kursi
b.      Surah Al- Kafirun
c.       Surah Al- Ikhlas
d.      Surah Al- Falaq
e.       Surah An- Nas
f.       Surah Yunus ayat: 79- 82
g.      Surah Thaha ayat: 65- 69
Lakukan setiap selesai shalat fardhu dan sebelum tidur.
Atau dapat pula dilengkapi dengan media lain, yaitu:
1.      Ambil 7 lembar daun sirih atau daun teratai lalu ditumbuk
2.      Taruh di mangkuk besar dan isi dengan air.
3.      Letakkan tangan kanan pada air di mangkuk
4.      Sentuhkan bibir pada mangkuk hingga nafas, sebagian lidah mengenainya.
5.      Bacakan ayat dan surat sebagaimana di atas (a s/d g)
6.      Minumkan sebagian kecil kepada si sakit dan mandikan
7.      Ulangi beberapa hari lagi (paling lambat seminggu)

*****
                       
Drs. H. Djedjen Zainuddin